Hikmah Ramadan : Puasa Umat Terdahulu (Bagian 2), Nabi Nuh a.s Berpuasa Asyura.

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Nabi Nuh a.s adalah Nabi ketiga setelah Nabi Adam dan Idris. Dan beliau adalah rasul pertama yang diutus Allah Swt untuk sekalian alam. Jarak antara Nabi Nuh a.s dengan Nabi Adam a.s sekitar 10 abad (1000 tahun). Beliau diutus Allah Swt diperkirakan pada tahun 3650 sebelum masehi. Para ulama berbeda pendapat tentang umur Nabi Nuh, menurut Tafsir Ibnu Katsir umur Nabi Nuh adalah 950 tahun sedangkan menurut pendapat Ibnu Abbas, umur Nabi Nuh adalah 1050 tahun.

Nabi Nuh a.s hidup dan berdakwah di selatan Irak, tidak jauh dari sungai Efrat dan Tigris, kawasan subur yang disebut juga dengan Mesopotamia. Nabi Nuh a.s membawa risalah tauhid dari Allah Swt. Jarak yang jauh dari Nabi Adam a.s (sekitar 1000 tahun) membuat kaumnya jauh dari ajaran tauhid dan menyembah berhala. Berhala yang disembah oleh kaum nabi Nuh a.s dahulunya merupakan sosok orang-orang shaleh keturunan Nabi Adam. Ada 5 berhala yang mereka kenal yaitu Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr. Iblis telah menyesatkan kaum nabi Nuh dan membuat mereka menyembah berhala tersebut.

Kaum Nabi Nuh a.s merepon dakwah nabi mereka dengan penolakan dan pembangkangan. Mereka bersikukuh mempertahankan kesesatan yang telah menjadi keyakinan mereka. Berbagai cara dan metode dilakukan Nabi Nuh untuk membujuk kaumnya agar mau beriman. Namun kaumnya tetap membangkang bahkan menuduh Nabi Nuh a.s sebagai seorang pembohong dan terlalu banyak omong. Setelah perjalanan panjang dakwah Nabi Nuh a.s yang dalam riwayat mencapai ratusan tahun, sedangkan yang mau beriman sangat sedikit dan tidak bertambah. Olehkarenanya, Nabi Nuh a.s meminta agar Allah Swt segera menurunkan azab kepada mereka.

Kemudian Allah Swt memerintahkan Nabi Nuh a.s untuk membuat sebuah kapal dengan arahan dan petunjuk dari-Nya. Sebagian ulama menyebutkan proses pembuatan kapal ini selama 200 tahun, sedangkan pendapat lain menyatakan kapal tersebut selesai dalam waktu 40 tahun. Terkait panjang dan lebar kapal Nabi Nuh, para ulama berbeda pendapat namun semuanya sepakat mengatakan bahwa tinggi kapal Nabi Nuh a.s adalah 30 hasta dan terdiri dari 3 tingkat. Tingkat paling bawah untuk hewan dan binatang liar, lantai tengah untuk manusia, dan latai atas untuk burung-burung.

Firman Allah Swt :

Mulailah dia (Nuh) membuat bahtera itu. Setiap kali para pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, sesungguhnya kami pun akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).Maka, kelak kamu mengetahui siapa (di antara kita) yang akan ditimpa azab yang menghinakan dan (siapa pula) yang akan ditimpa azab yang kekal.” (QS Hud : 38-39)

Setelah kapal sempurna dikerjakan, Allah menurunkan hujan yang berketerusan. Sebelum terjadi bencana besar, Allah Swt memerintahkan Nabi Nuh a.s dan pengikutnya untuk menaiki kapal kecuali satu istri dan satu anaknya yang kafir. Nabi Nuh memiliki 4 anak yaitu (Sam, Ham, Yafits, dan Kan’an). 3 anaknya beriman namun 1 orang kafir yaitu Kan’an.

Firman Allah Swt :

Demikianlah, hingga apabila perintah Kami datang (untuk membinasakan mereka) dan tanur (tungku) telah memancarkan air, Kami berfirman, “Muatkanlah ke dalamnya (bahtera itu) dari masing-masing (jenis hewan) sepasang-sepasang (jantan dan betina), keluargamu kecuali orang yang telah terkena ketetapan terdahulu (akan ditenggelamkan), dan (muatkan pula) orang yang beriman.” Ternyata tidak beriman bersamanya (Nuh), kecuali hanya sedikit.(QS Hud : 40)

Setalah banjir berhari-hari dan kapal Nabi Nuh a.s berlayar sampai 150 hari, maka Allah Swt memerintahkan air untuk surut dan kapal Nabi Nuh a.s berlabuh diatas bukit Judi bertepatan dengan hari ‘Asyura pada bulan Muharram.

Dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Nabi Saw bertemu dengan sejumlah orang Yahudi yang sedang melakukan puasa pada hari Asyura, Maka Nabi Saw bertanya, “Puasa apakah ini ? Mereka menjawab, ” Hari ini adalah hari saat Allah menyelematkan Musa dan Bani Israil dari tenggelam dan pada saat yang sama Fir’aun ditenggelamkan. Dan hari ini adalah hari saat bahtera (Nuh a.s) berlabuh diatas bukit Al-Judi. Maka Nuh dan Musa melakukan Puasa pada hari ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt… (HR Ahmad)

Demikian kisah perjalanan dakwah Nabi Nuh a.s kepada umatnya hingga beliau diselamatkan dengan kapal besar tepat pada hari ‘Asyura. Sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt, Nabi Nuh a.s melakukan puasa ‘asyura.

Sumber : Kisah-kisah Dakwah dalam AL-Qur’an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !