Thariq.sch.id- Sahabat Thariq yang dirahmati Allah Swt, Alhamdulillah dengan nikmat keimanan dan kesehatan yang dilimpahkan Allah Swt hari ini kita dapat menjalankan ibadah shoum dan ibadah-ibadah lainnnya di hari ke 5 Ramadhan 1447 H. InsyaAllah kita dapat menjalani Ibadah di bulan penuh berkah dan ampunan ini hingga akhir sehingga menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ibadah puasa yang kita lakukan saat ini bukanlah ibadah yang baru melainkan warisan dari umat-umat terdahulu. Sebagaimana puasa yang dilakukan oleh Nabi Adam AS.
Asal mula nama ayyamul bidh menurut apa yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari’ diterangkan bahwa adanya sebab dinamai ayyamul bidh adalah karena memiliki keterkaitan dengan kisah Nabi Adam AS saat Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi. Dalam riwayat Ibnu Abbas, saat Nabi Adam AS tergoda dengan syaiton dan diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya pun terbakar oleh matahari. Hal itu membuatnya menjadi hitam/gosong. Lalu Allah SWT menurunkan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.
Inilah sebabnya hari-hari tersebut dinamai Ayyamul Bidh atau “Hari-Hari Putih”, karena menjadi momen kembalinya cahaya dan kesucian pada raga Nabi Adam AS.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)
Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melatih kedisiplinan berpuasa. Setelah bulan suci ini berlalu, Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi salah satu bentuk cinta kita kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Sumber : Kisah-kisah Dakwah Dalam Al-Qur’an




