Thariq.sch.id- Piala Dunia 2026 resmi menutup tirainya dengan menyajikan laga puncak yang sarat emosi antara Spanyol dan Argentina. Bertanding hingga babak perpanjangan waktu, La Furia Roja akhirnya keluar sebagai pemenang lewat skor tipis 1-0. Kemenangan manis ini mengantarkan Spanyol merengkuh gelar juara dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Namun, di balik selebrasi dan gemerlap trofi, kemenangan negeri di Semenanjung Iberia ini menyimpan cerita panjang tentang ikatan historis dan spiritual yang mendalam dengan dunia Islam. Bahkan salah satu pemain muda yang menjadi ikon tim ini yaitu Lamine Yamal adalah pemeluk Islam yang berdarah Maroko.
13 Abad Lalu: Awal Mula Momen Bersejarah di Andalusia
Spanyol yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai Andalusia, memiliki akar hubungan yang amat kuat dengan peradaban Muslim. Penaklukkan wilayah ini dimulai pada tahun 711 Masehi di bawah naungan pemerintahan Kekhalifahan Bani Umayyah.
Kala itu, panglima perang Thariq bin Ziyad memimpin sekitar 7.000 pasukan Muslim dari Afrika Utara menyeberangi selat menuju Spanyol, yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Visigoth di bawah kepemimpinan Raja Roderic.
Salah satu momen paling krusial dan legendaris dalam penaklukkan ini terjadi sesaat setelah pasukan mendarat. Thariq bin Ziyad mengambil keputusan ekstrem dengan memerintahkan seluruh kapal yang mereka gunakan untuk dibakar.
Keputusan ini memicu keheranan dan keraguan di kalangan prajurit yang bertanya-tanya bagaimana mereka bisa kembali pulang. Dengan tegas, sang panglima menegaskan bahwa mereka datang bukan untuk jalan pulang, melainkan untuk menang atau binasa.
“Wahai seluruh pasukan, kalau sudah begini, ke mana lagi kalian akan lari? Di belakang kalian ada laut dan di depan kalian ada musuh dengan jumlah yang besar serta persenjataan yang lengkap.” — Thariq bin Ziyad
Atas izin Allah SWT, keberanian pantang mundur tersebut membuahkan hasil. Pasukan Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia dan membuka gerbang kejayaan peradaban Islam di Eropa selama berabad-abad.
Masa Kini: Ketegasan Spanyol Membela Kemanusiaan
Jejak kedekatan dengan dunia Islam nyatanya tak berhenti di lembaran sejarah klasik. Di era modern, Spanyol kembali menunjukkan sikap bersahabat dan kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu di dunia Islam.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez, Spanyol secara konsisten berada di garis depan dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina:
- Kritik Terhadap Kejahatan Kemanusiaan: Spanyol secara terbuka mengkritik operasi militer Israel yang telah dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan oleh berbagai lembaga internasional.
- Pengakuan Kedaulatan Palestina: Puncak dari dukungan politik ini terjadi pada 28 Mei 2024, ketika kabinet pemerintah Spanyol secara resmi menyetujui dan mengumumkan pengakuan atas kemerdekaan serta kedaulatan Negara Palestina.
Harapan untuk Masa Depan
Kemenangan di Piala Dunia 2026 bukan sekadar pembuktian dominasi La Furia Roja di panggung sepak bola global, tetapi juga momen refleksi atas hubungan sejarah panjang yang harmonis.
Selamat untuk Spanyol atas gelar juara dunia yang kedua! InsyaAllah, kemenangan ini menjadi simbol keberkahan dan penanda semakin dekatnya hubungan Spanyol dengan dunia Islam, sebagaimana jalinan yang pernah terukir 13 abad yang lalu.
🥺🇪🇸 Lamine Yamal at full time.
— Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) July 19, 2026
🎥 @IliesPeeters pic.twitter.com/5x4lh98NLT




