Thariq.sch.id- Sebanyak 135 Pramuka Penggalang SMPIT Thariq Bin Ziyad mengikuti kegiatan Jelajah Kota Pramuka TBZ 2026. Sebuah perjalanan edukatif penuh makna yang dirancang sebagai media pembelajaran nyata melalui metode kepramukaan. Ini adalah tahun ke-3 kegiatan serupa yang dilaksanakan Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad yang bertema urban scout. Kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penjelajahan, Pengamatan, dan Fotografi bagi anggota Pramuka TBZ.
Peserta dibagi menjadi 13 tim penjelajah yang masing-masing dipandu oleh 13 Pramuka Garuda sebagai pemimpin perjalanan. Selain itu, kegiatan juga didukung oleh 5 Pramuka Garuda yang bertugas sebagai tim sweeper. Mereka bertugas untuk memastikan keamanan dan keteraturan rombongan, serta 7 anggota PMR sebagai tim medis yang siaga selama perjalanan berlangsung.











Perjalanan dimulai sejak dini hari dengan pelaksanaan shalat Shubuh berjamaah di Masjid Shirath Al Mustaqim, Komplek LRT Jatimulya. Dalam suasana khusyuk dan penuh semangat, peserta memulai perjalanan dengan doa dan harapan agar setiap langkah yang ditempuh menjadi bagian dari proses pembelajaran kehidupan.
Usai shalat Shubuh berjamaah, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan LRT (Light Rail Transit) dari Stasiun Jatimulya menuju Dukuh Atas. Dari sana, perjalanan diteruskan menggunakan MRT (Mass Rapid Transit) menuju Bundaran HI. Hiruk pikuk pusat ibu kota menjadi pengalaman berharga bagi para peserta untuk belajar memahami ritme kehidupan kota metropolitan.
Dari Bundaran HI, peserta melaksanakan longmarch menuju Museum Nasional. Di sepanjang perjalanan, para peserta diuji kemampuan pengamatan mereka: mengenali lingkungan sekitar, mengingat rute perjalanan, memahami tata kota, hingga mengamati dinamika masyarakat urban. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan tantangan dokumentasi dalam rangka memenuhi SKK Fotografi dengan mengabadikan berbagai momen, objek budaya, transportasi publik, serta interaksi sosial selama perjalanan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan BRT (Bus Rapid Transit) menuju Stasiun Juanda. Dari Juanda, rombongan menaiki Commuter Line menuju Stasiun Cikini sebelum kembali melaksanakan longmarch menuju Taman Ismail Marzuki (TIM). Di TIM, peserta melakukan eksplorasi Perpustakaan Jakarta sebagai penutup perjalanan inti. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa seorang Pramuka tidak hanya kuat secara fisik dalam menjelajah, tetapi juga harus memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, literasi, dan peradaban.
Perpustakaan menjadi ruang perenungan bahwa perjalanan sejati bukan hanya tentang berpindah tempat, melainkan tentang memperluas wawasan dan membangun cara berpikir. Perjalanan pulang dilakukan menggunakan bus non-BRT menuju Stasiun Cikini. Dari sana peserta kembali menggunakan Commuter Line menuju Stasiun Cawang, kemudian berpindah ke Stasiun LRT Cikoko untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Jatimulya. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir tepat saat adzan Dzuhur berkumandang, menghadirkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui dengan selamat.
Kegiatan Jelajah Kota Pramuka TBZ 2026 bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik langkah kaki yang lelah, terdapat pendidikan karakter yang tumbuh perlahan. Anak-anak belajar tentang disiplin waktu, kepemimpinan, kerja sama tim, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membaca situasi, hingga ketahanan fisik dan mental.
Sebagai bagian dari keluarga besar SAKO SIT, perjalanan ini juga mengajarkan bahwa seorang Pramuka Muslim harus mampu menghadirkan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitasnya: menjaga adab di ruang publik, disiplin beribadah di tengah perjalanan, saling membantu, menjaga kebersihan, serta menjadi teladan dalam bersikap.
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa pendidikan kepramukaan bukan hanya aktivitas di alam terbuka, tetapi juga proses menempa generasi agar siap menghadapi kehidupan nyata. Jakarta yang padat, cepat, dan dinamis menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman tak tergantikan bagi para peserta.
Semoga setiap langkah yang ditempuh menjadi bagian dari pembentukan karakter para Penggalang SMPIT Thariq Bin Ziyad. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, cerdas, berakhlak mulia, cinta ilmu, mampu memimpin, serta siap memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
Doa terbaik mengiringi seluruh peserta, Pembina, tim medis, dan Pramuka Garuda yang telah membersamai perjalanan ini. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga langkah mereka, melapangkan jalan kebaikan, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bekal berharga menuju masa depan yang penuh kebermanfaatan.
Salam Pramuka! ⚜️
Kontributor : Syahruddin Setiadi, S.Pd.I (Guru dan Pembina Pramuka SMPIT Thariq Bin Ziyad)




