Thariq.sch.id- Program Overseas to Egypt yang diselenggarakan oleh Thariq Boarding School bukan hanya sekadar perjalanan biasa. Setelah para santri mencurahkan fokus dan energi mereka pada agenda utama yakni Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, rombongan mendapatkan kesempatan istimewa untuk menyegarkan pikiran (refreshing) sekaligus memperluas wawasan sejarah.
Memanfaatkan waktu senggang di hari Sabtu dan Ahad, rombongan bertolak menuju salah satu kota paling bersejarah di Mesir: Alexandria.




Menikmati Keindahan Mediterania
Alexandria, yang sering dijuluki sebagai “Mutiara Mediterania”, menyuguhkan pemandangan alam dan arsitektur yang memukau. Dalam kunjungan ini, rombongan Thariq Boarding School mengunjungi beberapa destinasi ikonik, antara lain:
- Benteng Qaitbay (Citadel of Qaitbay): Sebuah benteng pertahanan abad ke-15 yang berdiri gagah di tepi laut.
- Pantai Mediterania: Menikmati hamparan laut biru yang memisahkan benua Afrika dan Eropa.
- Perpustakaan Alexandria (Bibliotheca Alexandrina): Destinasi utama yang sarat akan ilmu pengetahuan.
Menelusuri Kejayaan Ilmu di Perpustakaan Alexandria
Kunjungan ke Perpustakaan Alexandria menjadi momen yang sangat berkesan. Sebagai perpustakaan terbesar di dunia pada masanya, tempat ini menyimpan sejarah panjang peradaban manusia.
Sejarah mencatat bahwa perpustakaan ini telah dirintis sejak tahun 332 SM, tepatnya saat Alexander Agung berhasil menaklukkan kota Alexandria. Pada masa kejayaannya, perpustakaan ini menjadi rumah bagi lebih dari 1.000.000 dokumen penting yang mencakup pengetahuan dari bangsa Asyur, Yunani, Persia, Mesir, India, hingga peradaban besar lainnya.
Salah satu fakta sejarah yang paling menarik bagi para santri adalah kebijakan unik pada era Ptolomeus III. Saat itu, Alexandria merupakan pusat maritim bagi kapal-kapal yang melintasi Laut Mediterania. Raja mengeluarkan kebijakan bahwa setiap kapal yang singgah wajib menyerahkan buku yang mereka bawa untuk disalin di perpustakaan.
Kebijakan inilah yang membuat koleksi buku dan manuskrip dari berbagai belahan dunia berhasil terkumpul, menjadikan Perpustakaan Alexandria sebagai pusat ilmu pengetahuan terlengkap di dunia kala itu.
Bangkitnya Kembali Legenda Dunia
Meskipun Perpustakaan Alexandria kuno telah hancur akibat serangkaian kejadian tragis, termasuk kebakaran besar, semangat keilmuannya tidak pernah padam.
Gedung perpustakaan yang dikunjungi oleh rombongan Thariq Boarding School saat ini adalah perpustakaan modern. Bangunan megah ini diresmikan pada tahun 2002 sebagai bentuk penghormatan dan upaya mengenang kejayaan perpustakaan kuno masa lalu.
Kunjungan ini diharapkan dapat memotivasi para santri Thariq Boarding School untuk tidak hanya menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki semangat literasi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan yang tinggi, sebagaimana semangat yang pernah hidup di Alexandria ribuan tahun silam.
Kontributor : Labib Mudhofar (Guru Thariq Boarding School)




