Thariq.sch.id- Sahabat thariq yang sholeh dan cerdas, bertanya merupakan sesuatu yang lumrah dilakukan oleh manusia. Ketika kita mengalami kesulitan atau ketidaktahuan dalam beberapa kondisi, maka bertanya merupakan salah satu solusi yang tepat. Pentingnya bertanya tergambar dalam beberapa istilah yang berkembang di masyarakat seperti “malu bertanya sesat dijalan”, “bertanya itu setengah dari ilmu“, dan masih banyak istilah lainnya.
Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh bahkan mengabadikannya dalam firman Allah Swt dan juga hadist Nabi Saw sebagai berikut :
Artinya : “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui (An-Nahl : 43)
Dari Abdullah Bin Umar ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “hemat dalam membelanjakan harta setengah kehidupan, mencintai sesama manusia setengah dari akal, dan pertanyaan yang baik adalah setengah dari ilmu (HR Thabarani)
Disamping menjelaskan pentingnya aktivitas bertanya, ternyata Islam juga memberikan arahan serta tuntunan bagi umatnya dalam bertanya. Tidak semua pertanyaan baik dan tidak semua pertanyaan layak serta patut untuk ditanyakan.
Berikut adalah beberapa kondisi pertanyaan yang dilarang atau tidak patut ditanyakan :
1. BERTANYA SESUATU YANG TIDAK PENTING
Seringkali beberapa orang bertanya tentang sesuatu yang sebenarnya tidak penting untuk ditanyakan. Seperti contohnya : Apakah si Fulan di surga atau neraka ? , malaikat jibril sekarang kerjanya apa ?
2. BERTANYA SESUATU YANG GHAIB
Bertanya tentang sesuatu yang ghaib adalah salah satu pertanyaan yang hendaknya dihindari karena Allah Swt telah menyembunyikan keghaiban dengan suatu hikmah. Maka jangan mencari tahu hal-hal yang ghaib. Hendaknya kita belajar dari sikap Rasulullah Saw ketika ditanya oleh malaikat Jibril tentang hal ghaib.
عٰلِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلٰى غَيْبِهٖٓ اَحَدًاۙ ٢٦
Dia mengetahui yang gaib. Lalu, Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada siapa pun, (Al-Jinn : 26)
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌࣖ ٣٤
Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti.
3. BERTANYA UNTUK MENGUJI
Bertanya untuk menguji juga salah satu aktivitas yang tidak baik dan harus dihindari. Salah satu pertanyaan menguji yang terkenal yaitu 3 pertanyaan yang diajukan oleh Nadhr Bin Harits dan Uqbah Bin Abi Mu’ith atas saran pendeta Yahudi untuk menguji kenabian Rasulullah Saw. Sehingga Allah Swt menurunkan surat Al-Kahfi.
4. BERTANYA UNTUK MENGEJEK
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (niscaya) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakannya ketika Al-Qur’an sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. Sungguh, segolongan manusia sebelum kamu telah menanyakan hal-hal serupa itu (kepada nabi mereka), kemudian mereka menjadi kafir karenanya (Al-Maaidah : 101-102)
5. BERTANYA UNTUK MERINCI PERINTAH YANG TELAH JELAS
Bertanya untuk merinci perintah yang telah jelas adalah salah satu yang dilarang. Hal ini pernah dilakukan oleh Bani Israil ketika Nabi Musa memerintahkan kaumnya itu untuk menyembelih seekor sapi. Namun mereka tidak berniat untuk menjalankan perintah itu dengan banyak bertanya. Sehingga Allah Swt menurunkan surat Al-Baqarah.
6. BERTANYA UNTUK MENENTANGNYA
Bertanya untuk menentang adalah sesuatu yang paling berbahaya. Pertanyaan seperti ini akan mengakibatkan pelakunya terjerumus dalam kekufuran.
Baca juga : Menanam Pohon Yang Baik
Demikian urgensi serta adab dalam bertanya, semoga bermanfaat bagi Sahabat Thariq.
Sumber : Artikel alm Ust M. Ma’mun Salman (Guru Al-Qur’an LPIT TBZ)




