Thariq.sch.id- Anak-anak kita hari ini hidup di abad 21. Era digitalisasi saat ini sangat mempengaruhi pola sosial masyarakat sehingga menjadi tantangan tersendiri bukan hanya bagi anak, namun juga orang tua. Hadirnya gadget dan media sosial menjadi tantangan baru yang harus dihadapi dengan berbagai efek positif dan negatif yang ditimbulkannya. Kejelian orang tua untuk menempatkan anaknya di lingkungan yang tepat apalagi di lingkungan yang membantu tumbuh kembang yang positif menjadi penentu keberhasilan untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Bagi orang tua dengan aktifitas kerja yang padat, terkadang terasa berat dan sulit untuk mendidik dan mengawasi anak secara intens. Berbagai kendala dan resiko akan dihadapi jika menempatkan anak pada lingkungan yang kurang tepat. Atas dasar inilah orang tua perlu mencari solusi yang tepat agar anak mendapatkan lingkungan yang cocok untuk tumbuh kembang yang positif.
Konsep pesantren modern atau boarding school, sudah sejak lama menjadi pilihan yang tepat bagi banyak orang tua untuk menempatkan anak-anak mereka agar mendapatkan lingkungan yang baik. Pembinaan 24 Jam menjadi tempat yang ideal untuk menumbuhkan karakter baik anak. Masa aqil balighnya akan dilalui dengan tempaan dan pembinaan dari para guru setiap waktu.
Pesantren modern atau boarding school, merupakan sebuah miniatur kehidupan real dengan konsep pengayoman dan pendampingan oleh para ustad dan ustazahnya. Berbagai karakter hadir di tempat ini. Setiap orang tua secara tidak langsung juga belajar untuk memahami dan menahan diri untuk tidak terburu-buru berekspektasi tinggi kepada masing-masing anaknya untuk meraih hasil terbaik dalam waktu singkat.
Setiap anak membawa karakter asli dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Sehingga sudah pasti memerlukan adaptasi yang berbeda untuk mengikuti segala paket pendidikan yang telah disiapkan. Biarkan anak beradaptasi secara alamiah dibawah bimbingan para guru / ustadz pembimbing. Berbagai keluh kesah anak selama menjalani masa pendidikan harus menjadi sebuah informasi bagi orang tua dan guru dalam membentuk karakter yang diinginkan. Komunikasi yang baik dan konstruktif antara guru dan orang tua menjadi modal berharga untuk meningkatan pembinaan kepada santri. Dengan komunikasi, do’a, dan kesabaran, Insya Allah pelan tapi pasti karakter positif pada diri anak akan terbentuk sesuai dengan apa yang di cita-citakan.
Terkadangan kita sebagai orang tua begitu antusias memasukan anak ke Pondok/Boarding School tanpa kesiapan mental untuk menerima kanyataan berbagai kekurangan anaknya saat beradaptasi. Bahkan beberapa orangtua terkadang memposisikan pesantren sebagai tempat reparasi yang dapat memperbaiki karakter anak dalam waktu singkat. Sehingga justru menyulitkan anaknya untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan barunya. Kearifan orang tua saat menitipkan anaknya di boarding school menjadi faktor penentu kesuksesan anak tersebut untuk menyelesaikan program pendidikannya.
Baca juga : Pembiasaan Karakter Religius Untuk Mewujudkan Santri TBZ Boarding Yang Saleh Dan Cerdas
Dengan demikian, kesuksesan proses pendidikan santri di pondok atau boarding school merupakan sebuah kombinasi yang baik antara kesiapan anak, kearifan orang tua dan profesionalisme lembaga yang akan di amanahkan. Segitiga kerjasama ini hendaknya dipahami bersama, sehingga mana kala anak menyelesaikan program pendidikan dari lembaga ini maka Insya Allah akan terbentuk individu muslim yang paripurna sesuai dengan yang di cita- citakan orangtua, guru, dan lembaga.
Ditulis oleh : Asep Doni Suparman, S.P ( Manajer Pendidikan dan Sarana Prasarana Thariq Boarding School)




