Hikmah Jum’at : Belajar Syukur Dari Nabi Sulaiman AS

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Manusia merupakan makhluk yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Eksistensi manusia di bumi dilengkapi dengan berbagai keutamaan dibandingkan makhluk ciptaan-Nya yang lain, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ ۝٧٠

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami utamakan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptaan dengan keutamaan yang sempurna.” (QS. Al-Isra [17]: 70)

Di antara jajaran hamba-Nya yang istimewa, Nabi Sulaiman AS menjadi teladan agung dalam mengelola nikmat dan kemuliaan tersebut.

Anugerah Kerajaan dan Ujian di Balik Nikmat

Nabi Sulaiman AS dikaruniai kelebihan yang luar biasa: mampu berkomunikasi dengan bangsa burung, menguasai angin, menundukkan bangsa jin, serta memimpin kerajaan megah yang tiada tandingannya. Saat beliau berdoa memohon ampunan dan kekuasaan, Allah SWT mengabulkannya:

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku, sungguh Engkau Yang Maha Pemberi.” (QS. Shad [38]: 35)

Namun, dari sekian banyak kekuasaan dan kemewahan tersebut, nikmat terbesar yang diraih Nabi Sulaiman AS justru adalah nikmat untuk mampu bersyukur. Ini adalah nikmat di atas nikmat yang sering kali luput dari kesadaran manusia.

Ketika singgasana Ratu Balqis dipindahkan ke hadapannya dalam sekejap mata, Nabi Sulaiman AS tidak tinggi hati. Beliau justru mempertegas sikap keimanannya bahwa nikmat tersebut adalah ujian:

“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia.” (QS. An-Naml [27]: 40)

Beliau senantiasa berdoa agar terus diberi ilham untuk mensyukuri nikmat bagi dirinya dan kedua orang tuanya, mengerjakan amal saleh yang diridhai-Nya, serta dimasukkan ke dalam golongan hamba-hamba yang saleh (QS. An-Naml [27]: 19).

Pelajaran Berharga dari Kisah Nabi Sulaiman AS

Kisah keagungan Nabi Sulaiman AS menyisakan hikmah penting yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Penguatan Karakter Diri: Pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas iman serta amal saleh secara bersungguh-sungguh untuk menjadi pribadi yang diridhai-Nya.

Kesadaran Sumber Nikmat: Segala bentuk kemuliaan, rezeki, dan kelebihan yang kita miliki sejatinya adalah murni pemberian Allah SWT.

Nikmat Sebagai Ujian: Setiap pencapaian atau kenikmatan hidup merupakan lembar ujian untuk membuktikan apakah kita termasuk hamba yang bersyukur atau justru kufur.

Berterima Kasih Kepada Sesama: Ungkapan syukur kepada Allah tidak terlepas dari apresiasi kita kepada sesama manusia. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak dikatakan bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak berterima kasih kepada manusia.” (HR. Abu Dawud).

Kekuatan Doa dan Ilmu: Energi doa dan ilmu sangat krusial untuk membimbing hati agar tetap rendah diri dan senantiasa bersyukur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !