Thariq.sch.id- SMPIT Thariq Bin Ziyad kembali mengukir kebanggaan di tingkat internasional melalui kiprah peserta didiknya. Tsaqiif Faeyza Asmara, siswa kelas 9H, tampil mewakili Indonesia sebagai Junior Council Beginner dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Conference ke-22. Konferensi bertema “Turbulent Tomorrow: Diplomacy in an Age of Disruption and Division” ini diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21–24 Agustus 2026, dengan menghadirkan sekitar 750 delegasi muda dari 25 negara.






Menyuarakan Hak Kelompok Rentan di Forum WHO
Dalam simulasi sidang PBB tersebut, Tsaqiif bergabung dengan komite World Health Organization (WHO) dan mengusung isu “Addressing the Impact of Air Pollution and Industrial Waste on Public Health”. Ia membuka pidatonya dengan pernyataan lugas yang mencuri perhatian forum:
“Honourable Chair, distinguished delegates, when the air turns toxic, it is the youngest and the poorest who pays first.”
Melalui penegasan tersebut, Tsaqiif memaparkan bahwa ancaman pencemaran udara dan limbah industri seperti emisi pembangkit listrik batu bara dan industri pemrosesan nikel memberikan beban terberat bagi anak-anak serta masyarakat berpenghasilan rendah. Dampak ini tidak berhenti pada meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan dan asma, tetapi juga merambat pada pencemaran tanah serta sumber air yang mengancam ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa krisis lingkungan secara langsung memicu beban sosio-ekonomi keluarga akibat tingginya biaya pengobatan dan penurunan produktivitas.
Solusi Konkret: Pemantauan Udara dan Peringatan Dini
Menghadapi tantangan tersebut, Tsaqiif menegaskan pentingnya aksi kolektif yang berfokus pada perlindungan kesehatan masyarakat. Ia menawarkan gagasan konkret berupa penguatan sistem pemantauan kualitas udara (air-quality monitoring) dan sistem peringatan dini (early-warning systems).
Menurut Tsaqiif, pengumpulan data terstandar dan penyampaian informasi yang cepat sangat krusial agar masyarakat dapat mengambil langkah mitigasi sebelum dampak buruk terjadi. Ia juga mendorong agar pemanfaatan teknologi ini tidak hanya terbatas di negara maju, tetapi juga diperluas ke negara-negara berkembang demi menyelamatkan lebih banyak jiwa.
Inspirasi Kepemimpinan bagi Generasi Muda
Pengalaman berharga di AYIMUN ke-22 ini tidak hanya mengasah kemampuan diplomasi, berpikir kritis, dan public speaking milik Tsaqiif, tetapi juga membuktikan bahwa generasi muda Indonesia siap mengambil peran dalam mencari solusi atas isu-isu global. Gagasan dan keberanian Tsaqiif diharapkan menjadi pemantik inspirasi bagi rekan-rekan sesama siswa di SMPIT Thariq Bin Ziyad untuk terus berani bermimpi, bersuara, dan berkarya bagi bangsa serta dunia.
Kontributor : Eli Amalia, S.Pd (SMPIT Thariq Bin Ziyad)




