Thariq.sch.id- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 1448 H yang jatuh pada 25 Agustus 2026 menjadi momen krusial untuk merenungkan kembali bentuk ekspresi cinta kita kepada Rasulullah Saw. Rasa cinta setiap orang memang bisa berbeda, namun ekspresi tersebut hendaknya senantiasa berjalan selaras dengan kemuliaan akhlak yang beliau contohkan.
Setidaknya ada empat cara utama dalam mengekspresikan rasa cinta kepada Rasulullah Saw:
1. Memperbanyak Shalawat dalam Setiap Keadaan Ekspresi paling mendasar adalah membasahi lisan dengan shalawat di mana pun kita berada. Amalan ini merupakan perintah langsung dari Sang Pencipta yang juga dicontohkan oleh para malaikat:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 56)
2. Mendawamkan Sunnah Harian Bukti cinta yang paling nyata adalah keteladanan. Konsistensi dalam menjalankan ibadah sunnah—seperti shalat tahajud, shalat dhuha, berpuasa, hingga gemar bersedekah—menjadi tolok ukur kesungguhan kita mengikutinya:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31)
3. Mendakwahkan Ajarannya dengan Hikmah Meneruskan risalah kebaikan kepada masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang belum tersentuh hidayah Ilahi, adalah manifestasi cinta yang berdampak sosial. Dakwah ini diwujudkan lewat tutur kata yang santun dan cara-cara yang bijak:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…” (QS. An-Nahl [16]: 125)
4. Mengkaji Sirah dan Membela Kehormatannya secara Elegan Mempelajari jejak rekam kehidupan (sirah) Rasulullah SAW dan para sahabat melatih karakter yang tegas namun penuh kasih sayang. Ketika kehormatan beliau diusik, seorang muslim membelanya melalui argumen yang cerdas, karya bermakna, serta akhlak yang berwibawa:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS. Al-Fath [48]: 29)
Momentum 12 Rabiul Awal 1448 H sepatutnya tidak berlalu sebagai perayaan seremonial belaka. Menerjemahkan rasa cinta menjadi amalan yang konsisten dan karakter yang santun adalah cara terbaik untuk memuliakan hari kelahiran beliau sekaligus menghadirkan kedamaian bagi lingkungan sekitar.
Sumber : Tulisan (alm) Ustadz M. Ma’mun Salman, M.Pd.I (Guru Al-Qur’an LPIT Thariq Bin Ziyad)




