Kemendikdasmen Tetapkan Jadwal TKA SD dan SMP 2026: Terintegrasi Asesmen Nasional dan Bukan Penentu Kelulusan

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis rangkaian jadwal pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memetakan capaian akademik siswa secara nasional secara lebih komprehensif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA dirancang terintegrasi dengan Asesmen Nasional (AN). Ia juga menggarisbawahi bahwa hasil tes ini tidak akan digunakan sebagai indikator kelulusan siswa.

“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan dan pemerintah memahami kondisi riil capaian akademik murid agar perbaikan pembelajaran lebih terarah,” ujar Menteri Mu’ti dalam taklimat media di Jakarta, Minggu (22/12).

Tujuan: Diagnosis, Bukan Vonis

Menurut Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, TKA berfungsi sebagai alat diagnosis nasional. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan bagi sekolah dan pemerintah untuk:

  1. Memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning).
  2. Menyempurnakan kurikulum yang ada.
  3. Meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar secara berkelanjutan.

Jadwal Lengkap Pelaksanaan TKA 2026

Agar satuan pendidikan dapat mempersiapkan diri, Kemendikdasmen telah menyusun linimasa pelaksanaan sebagai berikut:

KegiatanRincian Jadwal
Pendaftaran Peserta19 Januari – 28 Februari 2026
Simulasi TKA SMP23 Februari – 1 Maret 2026
Simulasi TKA SD2 Maret – 8 Maret 2026
Gladi Bersih (Persiapan Final)9 Maret – 17 Maret 2026
Pelaksanaan TKA SMP6 April – 16 April 2026
Pelaksanaan TKA SD20 April – 30 April 2026
Pengolahan Hasil18 Mei – 23 Mei 2026
Pengumuman Hasil24 Mei 2026

Teknis Pelaksanaan Berbasis Komputer

Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di setiap daerah. Toni Toharudin menambahkan bahwa pihak kementerian telah menyiapkan mekanisme penyesuaian untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, terutama bagi daerah dengan akses teknologi yang terbatas.

Hasil TKA nantinya tidak hanya berupa angka, tetapi juga disertai dengan deskripsi capaian. Hal ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi setiap murid dan orang tua untuk meningkatkan kompetensi secara bertahap.

Melalui program ini, pemerintah berharap dapat memperkuat fondasi pendidikan sejak dini dan mendorong peningkatan mutu pendidikan di Indonesia secara sistemik dan berbasis data.

Sumber : Kemendikdasmen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !