Promosi Miras Berkedok Hafalan Al-Qur’an: Potret Buram Sensitivitas Agama Hari Ini

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Fenomena yang terjadi beberapa hari belakangan ini menjadi teguran keras bagi umat Islam di Indonesia. Sebuah strategi promosi yang digelar oleh merek minuman beralkohol, Newport salah satu anak usaha Orangtua Group (OT Group) dalam acara The Sounds Project 9 mengundang keprihatinan mendalam. Bagaimana tidak, dalam promosi tersebut, para pengunjung diajak membaca Surah Ad-Duha hanya demi mendapatkan hadiah berupa minuman keras. Peristiwa ini tidak hanya mencederai namun menyakiti perasaan umat Islam. Kita pasti sepakat bahwa pelaku baik EO (Event Organizer) atau MC pada acara ini harus diminta pertanggungjawaban atas penistaan ini.

Jika pengunjung yang melafalkan Ad-dhuha pada acara tersebut adalah non muslim yang mungkin hafal surah ad-dhuha maka peristiwa ini adalah penistaan agama yang nyata dan sengaja dilakukan oleh kedua belah pihak (penyelenggara dan pengunjung) sehingga berpotensi merusak kerukunan antar umat beragama.

Namun jika pengunjung yang melafalkan surat ad-dhuha pada promosi minuman keras itu adalah seorang muslim, maka ini akan menjadi gambaran betapa lemahnya pemahaman keilmuan dan sensitivitas agama di kalangan generasi muda saat ini.

Hal ini sejalan dengan hasil survei Indonesia Moslem Report 2019 yang dilakukan oleh Avara dengan metode multistage random sampling . Dalam survey yang dilakukan pada tahun 2019 terungkap bahwa hanya 4 dari 10 umat muslim Indonesia yang konsisten menjalankan sholat 5 waktu setiap hari (baik sendiri maupun berjamaah). Sedangkan sisanya ada yang kadang-kadang sholat 5 waktu, masih banyak yang bolong atau bahkan sama sekali tidak pernah sholat 5 waktu. Jika dilihat dari sisi generasi, makin dewasa mereka cenderung lebih tertib dalam melaksankan sholat 5 waktu. Kondisi ini berlawanan dengan generasi yang lebih muda.

Dari sisi rutinitas membaca Al-Qur’an, hasil survei juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda dengan sholat 5 waktu. Bahkan jauh lebih buruk. Riset menunjukkan bahwa hanya 1 dari 10 umat Islam Indonesia rutin membaca Al-Qur’an setiap hari.

Jika kita menengok sejarah, Islam mengajarkan betapa harga diri dan kesucian agama harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Pada zaman Rasulullah SAW, pernah terjadi ketegangan besar hingga pengepungan suku Yahudi Bani Qainuqa di Madinah. Hal ini dipicu oleh pelecehan terhadap seorang wanita Muslimah Anshar di pasar. Saat jilbabnya dikaitkan dan auratnya dibuka secara paksa oleh oknum Yahudi, pembelaan berdarah terjadi. Pelanggaran terhadap kehormatan Muslimah dan Piagam Madinah tersebut berujung pada pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah.

Peringatan Rasulullah SAW tentang Kondisi Akhir Zaman

Fenomena hilangnya batasan antara yang hak dan yang batil ini sejatinya telah diprediksikan oleh Rasulullah SAW belasan abad yang lalu. Beliau telah memperingatkan umatnya akan datangnya masa ketika norma dan hukum Islam dianggap angin lalu.

“Akan datang kepada manusia suatu zaman (ketika) seseorang tidak lagi mempedulikan halal atau haram yang dia ambil.” (HR. Bukhari)

“Sungguh kelak akan ada orang-orang dari umatku yang meminum khamr dan mereka menamai khamr tersebut selain namanya. Mereka diiringi alat musik dan penyanyi. Dan mereka akan ditenggelamkan Allah ke dalam bumi, dan dijadikan kera dan babi-babi.”

(HR. Ibnu Majah)

Benteng Keluarga dan Amanah Mitsaqan Ghalizha

Peristiwa ini harus menjadi alarm keras bagi seluruh umat Islam, terutama lingkungan keluarga. Anak-anak dan pemuda tidak bisa dibiarkan tumbuh dalam kekosongan pemahaman agama hingga mudah terjerumus dalam kesesatan.

Orang tua memegang peran paling mendasar. Tanggung jawab mendidik dan menjaga anak dari hal-hal yang diharamkan Allah Swt adalah bagian dari ikatan janji yang berat (mitsaqan ghalizha).

Jangan biarkan generasi muda Muslim kehilangan identitasnya hanya demi kesenangan sesaat. Sudah saatnya setiap keluarga Muslim kembali memperketat penjagaan dan memberikan pemahaman keimanan yang utuh kepada anak-cucunya.

Sumber data: Survey Indonesia Moslem Reports 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !