Thariq.sch.id- International Physics Olympiad (IPho) adalah kompetisi fisika paling bergengsi yang diikuti oleh berbagai tim dari negara di dunia dan diadakan setahun sekali. Kompetisi ini diikuti oleh murid dibawah 20 tahun yang belum masuk ke jejang universitas.
Dalam rentang 20 edisi Olimpiade Fisika Internasional (International Physics Olympiad / IPhO) pada kurun waktu 2006–2019 dan 2021–2026, tim dari berbagai belahan dunia bersaing memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu. Berdasarkan total perolehan medali, sebanyak 15 tim mencatatkan prestasi menonjol berkat konsistensi dan keunggulan mereka di tingkat internasional.
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total Medali |
| 1 | Tiongkok | 98 | 2 | 0 | 100 |
| 2 | Korea Selatan | 79 | 15 | 2 | 96 |
| 3 | Rusia | 71 | 25 | 3 | 99 |
| 4 | Taiwan | 70 | 22 | 3 | 95 |
| 5 | Amerika Serikat | 57 | 31 | 2 | 90 |
| 6 | India | 48 | 40 | 6 | 94 |
| 7 | Vietnam | 44 | 38 | 16 | 98 |
| 8 | Singapura | 42 | 46 | 7 | 95 |
| 9 | Rumania | 37 | 47 | 15 | 99 |
| 10 | Thailand | 34 | 48 | 16 | 98 |
| 11 | Jepang | 25 | 45 | 21 | 91 |
| 12 | Hong Kong | 23 | 42 | 24 | 89 |
| 13 | Indonesia | 21 | 37 | 29 | 87 |
| 14 | Kazakhstan | 17 | 44 | 21 | 82 |
| 15 | Iran | 16 | 55 | 22 | 93 |
Analisis Pencapaian Tim Utama
- Tiongkok: Menduduki posisi puncak dengan total 100 medali, terdiri atas 98 emas, 2 perak, dan tanpa perunggu. Dominasi medali emas ini menegaskan keunggulan serta konsistensi Tiongkok dalam kompetisi fisika tingkat dunia.
- Korea Selatan: Menempati peringkat kedua dengan 96 medali, mencakup 79 emas, 15 perak, dan 2 perunggu. Hampir empat perlima dari seluruh medali yang diraih merupakan medali emas.
- Rusia: Mengumpulkan 99 medali yang terdiri dari 71 emas, 25 perak, dan 3 perunggu. Rekor ini mencerminkan tradisi panjang dalam bidang matematika dan ilmu fisika.
- Taiwan: Berada di posisi keempat dengan 95 medali, meliputi 70 emas, 22 perak, dan 3 perunggu.
- Amerika Serikat: Meraih 90 medali yang terdiri dari 57 emas, 31 perak, dan 2 perunggu.
- India: Mengumpulkan 94 medali dengan rincian 48 emas, 40 perak, dan 6 perunggu. Distribusi yang seimbang menunjukkan kekuatan tim yang merata.
- Vietnam: Meraih 98 medali, mencakup 44 emas, 38 perak, dan 16 perunggu.
- Singapura: Mengumpulkan 95 medali yang terdiri atas 42 emas, 46 perak, dan 7 perunggu.
- Rumania: Mencapai 99 medali dengan rincian 37 emas, 47 perak, dan 15 perunggu.
- Thailand: Mengamankan 98 medali, mencakup 34 emas, 48 perak, dan 16 perunggu.
- Jepang: Berada di peringkat ke-11 dengan 91 medali, terdiri dari 25 emas, 45 perak, dan 21 perunggu.
- Hong Kong: Memperoleh 89 medali yang mencakup 23 emas, 42 perak, dan 24 perunggu.
- Indonesia: Menduduki peringkat ke-13 dengan total 87 medali, yang terdiri dari 21 emas, 37 perak, dan 29 perunggu. Pencapaian ini membuktikan kontribusi kuat dan berkesinambungan bagi komunitas fisika internasional.
- Kazakhstan: Mengumpulkan 82 medali dengan rincian 17 emas, 44 perak, dan 21 perunggu.
- Iran: Mencapai 93 medali yang terdiri dari 16 emas, 55 perak, dan 22 perunggu. Perolehan medali perak Iran menjadi yang tertinggi di antara seluruh tim peserta.
Prestasi Indonesia dan Lanskap Kompetisi Global
Keberhasilan Indonesia menembus peringkat 13 dunia dengan raihan 87 medali menegaskan kapasitas pelajar Indonesia dalam bersaing di ajang sains tertinggi. Kawasan Asia Tenggara juga menampilkan performa kolektif yang dominan, ditunjukkan oleh kehadiran Vietnam, Singapura, Thailand, dan Indonesia dalam jajaran 15 besar.
Secara keseluruhan, catatan dari 20 edisi ini memperlihatkan tingkat persaingan global yang sangat ketat di IPhO. Mulai dari dominasi emas Tiongkok hingga tingkat konsistensi perak Iran, kelimabelas tim terbaik ini telah mengukuhkan jejak sejarah dalam kompetisi fisika bagi siswa sekolah menengah di tingkat dunia. (International Physics Olympiad)




