Krisis Otoritas Di Dunia Pendidikan, Masihkah Guru Boleh Menegur dengan Tegas?

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Dunia pendidikan Indonesia kembali viral setelah kasus di jenjang SMA. Di mana seorang kepala sekolah menampar siswa yang kedapatan merokok dan berbohong. Insiden ini memicu reaksi berantai: laporan ke pihak berwajib oleh orang tua yang tidak terima, hingga aksi solidaritas siswa lain dengan membolos sekolah. Peristiwa ini memaksa kita untuk berhenti sejenak dan bertanya: di mana letak persoalan yang sesungguhnya?

Tidak ada yang bisa menyalahkan niat kepala sekolah untuk menegakkan aturan. Merokok di lingkungan sekolah adalah pelanggaran berat, tidak hanya terhadap Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 Tahun 2015, tetapi juga nilai-nilai agama, moral dan etika. Tindakan tegas untuk meluruskan perilaku menyimpang adalah bagian dari tanggung jawab seorang pendidik. Namun, niat yang baik harus diiringi dengan cara yang baik pula. Penggunaan kata-kata kasar dan kekerasan fisik, sekalipun dengan dalih mendisiplinkan, adalah metode yang kontraproduktif. Tujuan pendidikan adalah untuk memperbaiki dan membimbing, bukan untuk melampiaskan amarah atau membenci individu siswa. Teguran yang bijak dan konsekuensi yang bersifat edukatif seharusnya menjadi pilihan utama agar esensi dari pendidikan itu sendiri tidak menjadi kabur.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah respons yang mengikuti insiden tersebut. Sikap orang tua yang langsung menempuh jalur hukum bisa dipandang sebagai reaksi berlebihan yang justru melemahkan institusi sekolah. Kemitraan antara rumah dan sekolah, yang seharusnya menjadi fondasi pendidikan anak, seketika runtuh.

Di sisi lain, aksi mogok sekolah oleh siswa lain sebagai bentuk solidaritas adalah sebuah ironi. Mereka membela teman yang jelas-jelas melakukan pelanggaran berat. Orang tua yang membiarkan atau bahkan mendukung tindakan ini, secara tidak sadar telah ikut “andil” merusak masa depan anaknya sendiri dan meruntuhkan pilar-pilar disiplin di dunia pendidikan.

Jika kepala sekolah yang berusaha menegakkan aturan akhirnya dinonaktifkan atau dipidana, ini akan menjadi preseden yang sangat buruk. Para pendidik akan diliputi ketakutan untuk bertindak tegas. Akibatnya, siswa akan semakin berani melanggar aturan, merasa mendapat legitimasi bahwa perilaku seperti merokok di sekolah adalah hal yang bisa ditoleransi.

Membangun Kembali Jembatan: Sinergi Sekolah dan Keluarga

Kejadian ini bukanlah tentang mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Ini adalah momentum untuk introspeksi kolektif. Jalan keluarnya bukan dengan saling menyalahkan, melainkan dengan membangun kembali jembatan komunikasi dan kerja sama antara tiga pilar utama pendidikan: sekolah, siswa, dan orang tua.

Bagi pihak sekolah, insiden ini adalah pengingat untuk terus memperbarui metode pendekatan disiplin yang lebih humanis dan mendidik. Bagi orang tua, ini adalah panggilan untuk tidak hanya menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua yang baik seharusnya menjadi mitra utama sekolah dalam membentuk karakter anak. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua hendaknya berdiri bersama sekolah untuk memperbaikinya, bukan melawannya.

Kerja sama ini harus diperkuat dengan keteladanan di rumah. Sulit mengharapkan anak berhenti merokok jika ia setiap hari melihat ayahnya atau anggota keluarga lainnya merokok dengan bebas. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika anak-anak kita menganggap merokok adalah hal biasa dan berani melakukannya di hadapan kita.

Baca juga : Enam Wasiat Imam Syafi’i Bagi Penuntut Ilmu


Pada akhirnya, insiden viral ini adalah alarm keras bagi kita semua. Menyelamatkan generasi penerus dari perilaku negatif adalah tanggung jawab kita bersama. Tanggung jawab yang hanya bisa diemban jika sekolah dan keluarga berjalan beriringan, dengan satu tujuan yang sama: membentuk manusia yang berkarakter, berdisiplin, dan berakhlak mulia.(PR Digital LPIT TBZ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !