Potret Budaya Membaca di Asia: India Memimpin, Indonesia Masuk 10 Besar

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Aktivitas membaca tetap menjadi fondasi penting dalam pendidikan, pengembangan diri, dan kehidupan budaya di seluruh kawasan Asia. Dari negara berpopulasi besar seperti India hingga masyarakat berteknologi tinggi di Asia Timur, kebiasaan membaca bervariasi sesuai dengan sistem pendidikan, aksesibilitas buku, platform digital, serta minat individu.

Berdasarkan pemeringkatan dari CEOWORLD Magazine pada tahun 2024, beberapa negara dan wilayah di Asia menunjukkan tingkat konsumsi buku tahunan yang signifikan, dengan India memimpin daftar tersebut secara meyakinkan.

India Unggul Jauh di Posisi Puncak

India menempati peringkat pertama di Asia dengan rata-rata konsumsi 16 buku per orang per tahun. Angka ini menempatkan India jauh di atas negara-negara Asia lainnya.

Tingginya angka tersebut didorong oleh tradisi literasi yang luas, industri penerbitan yang beragam, serta besarnya populasi pelajar dan kandidat ujian kompetitif. Buku-buku dalam berbagai bahasa digunakan secara aktif untuk tujuan pendidikan, profesional, maupun rekreasi di seluruh negeri.

Peringkat Konsumsi Buku Tahunan di Asia (2024)

Sementara India berada di posisi teratas dengan selisih yang lebar, negara-negara lain dalam daftar 10 besar memiliki rata-rata konsumsi yang berkisar antara 5 hingga 7 buku per tahun:

  1. India — 16,00 buku/tahun
  2. Taiwan — 6,83 buku/tahunDukung oleh lingkungan pendidikan yang kuat dan pasar penerbitan yang berkembang pesat.
  3. Singapura — 6,72 buku/tahunFokus pada sistem pendidikan, multilingualisme, dan akses mudah ke perpustakaan umum menciptakan lingkungan yang ramah membaca.
  4. Hong Kong — 6,66 buku/tahunMemiliki pasar penerbitan yang substansial dan komunitas pembaca yang beragam.
  5. Tiongkok (China) — 6,61 buku/tahunPlatform membaca digital menjadi bagian penting dari lanskap literatur, memudahkan masyarakat mengakses buku via ponsel pintar dan perangkat elektronik.
  6. Thailand — 6,37 buku/tahunMenunjukkan peran penting buku sebagai media pendidikan, informasi, dan hiburan.
  7. Iran — 6,36 buku/tahunMemiliki tradisi literatur yang khas dengan tingkat konsumsi buku yang stabil.
  8. Jepang — 6,20 buku/tahunIndustri penerbitan yang mapan, jaringan toko buku yang luas, serta populernya budaya manga turut memperkaya variasi membaca.
  9. Indonesia — 5,91 buku/tahunMemiliki peluang besar untuk memperluas partisipasi membaca masyarakatnya.
  10. Korea Selatan — 5,69 buku/tahunInfrastruktur digital yang canggih dan budaya pendidikan yang kuat mendukung aksesibilitas publikasi cetak maupun digital.

Peluang Literasi di Indonesia

Berada di peringkat kesembilan dengan rata-rata 5,91 buku per tahun, Indonesia yang memiliki populasi besar dan beragam memiliki ruang luas untuk terus tumbuh. Peningkatan partisipasi membaca dapat didorong melalui:

  • Penguatan peran perpustakaan daerah dan sekolah.
  • Program literasi berbasis komunitas.
  • Pemanfaatan platform penerbitan digital untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Meskipun data pemeringkatan ini memberikan gambaran umum mengenai dinamika literasi di Asia, hasilnya perlu disikapi secara cermat. Perbedaan metodologi survei, batasan definisi kegiatan membaca, serta perbedaan antara format cetak dan digital dapat memengaruhi hasil akhir perbandingan.

Secara keseluruhan, pendorong utama pembentukan kebiasaan membaca jangka panjang di Asia adalah penyediaan akses buku yang terjangkau, penguatan program literasi yang berkelanjutan, serta penyediaan ruang baca yang inklusif bagi masyarakat.

Sumber : CEOWORLD Magazine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !