Thariq.sch.id- Sahabat thariq yang dirahmati Allah Swt. waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa, lebih kurang dua bulan lagi, umat Muslim di seluruh dunia akan kembali menyambut bulan suci Ramadhan. Menurut ketetapan salah satu organisasi keagamaan besar di Indonesia, Muhammadiyah, hanya dalam 60 hari ke depan, insya Allah kita akan memasuki bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini.
Jauh hari sebelum Ramadhan tiba, generasi salaf telah mencontohkan sebuah do’a yang sarat makna, berisi permohonan yang mendalam kepada Allah Swt. untuk bertemu kembali dengan bulan mulia ini. Do’a tersebut berbunyi:
“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)
Do’a ringkas ini menyimpan hikmah yang luar biasa, mengajarkan kita keseriusan dalam menyambut Ramadhan, tidak hanya sekadar menunggu kedatangannya.
Hikmah Mendalam dari Do’a Menyambut Ramadhan
1. Memohon Panjang Umur untuk Bertemu Ramadhan
Bagian pertama dari do’a ini, “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan…”, adalah permohonan agar Allah memanjangkan usia kita. Bertemu kembali dengan Ramadhan merupakan sebuah nikmat agung yang dapat meninggikan derajat seseorang di sisi-Nya.
Hal ini menunjukkan bahwa kesempatan beribadah di bulan Ramadhan adalah sebuah anugerah tak ternilai. Jika takdir Allah menetapkan kita wafat sebelum Ramadhan datang, paling tidak kita sudah serius memintanya dan serius menyiapkan diri. Semoga kesungguhan ini tetap mendatangkan pahala, menyamai atau mendekati orang yang masih hidup dan beribadah di bulan itu.
2. Memastikan Ramadhan “Bertemu” dengan Kita
Bagian kedua, “…dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”, memiliki makna yang sangat mendalam. Tidak sedikit orang yang masih hidup dan bertemu dengan bulan Ramadhan, namun Ramadhan tidak bertemu dengannya.
Ini merujuk pada orang-orang yang ibadahnya tidak mengalami perubahan signifikan di bulan Ramadhan. Ramadhan datang membawa paket rahmat dan ampunan, namun ia menyambutnya dengan rutinitas ibadah yang sama saja dengan bulan-bulan sebelumnya. Ia tidak merasakan spirit Ramadhan. Do’a ini mengajarkan kita untuk menyambut Ramadhan dengan kesungguhan, memastikan bahwa kedatangan Ramadhan benar-benar membawa perubahan dan peningkatan kualitas ibadah dalam diri kita.
3. Meminta Diterimanya Seluruh Amal Ibadah (Maqbul)
Bagian penutup, “…dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”, adalah intisari dari segala amal. Apalah gunanya beramal banyak, berpuasa sebulan penuh, atau shalat malam, jika semua itu tidak diterima (maqbul) di sisi Allah?
Rasulullah Saw. mengingatkan betapa banyak orang yang berpuasa namun yang didapatkan hanya lapar dan haus, atau shalat malam namun hanya memperoleh letih dan begadang. Do’a ini adalah permohonan tulus agar Allah menerima setiap tetes keringat, setiap tarikan nafas, dan setiap amal ibadah yang kita kerjakan selama Ramadhan.
Semoga Allah Swt menakdirkan kita memperoleh paket yang lengkap dan sempurna dalam menyambut dan menjalani Ramadhan yaitu bertemu dengan Ramadhan, Ramadhan juga bertemu dengan kita (membawa perubahan positif dalam ibadah), serta seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah Swt.
Mari kita persiapkan hati, jiwa, dan raga kita mulai dari sekarang, sambil terus memanjatkan do’a agar dipertemukan dengan Ramadhan 1447 H. (PR Digital LPIT TBZ)




