Persaingan SNBP 2026 Makin Ketat: Jumlah Siswa Eligible Meningkat, UPI Jadi Kampus Paling Diburu

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 resmi menggelar konferensi pers terkait pelaksanaan seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Dalam keterangannya, panitia menyoroti peningkatan jumlah peserta serta peta persaingan di program studi favorit.

Peningkatan Jumlah Siswa Eligible

Tahun 2026 mencatatkan rekor baru dalam jumlah siswa yang berhak mengikuti seleksi (eligible). Tercatat sebanyak 987.248 siswa dinyatakan eligible tahun ini, naik signifikan dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 951.675 siswa. Dari total siswa eligible tersebut, sebanyak 806.242 siswa secara resmi mendaftarkan diri pada jalur SNBP 2026.

Meskipun peminat membludak, daya tampung yang tersedia tetap terbatas. Total kursi yang diperebutkan adalah 189.017 kursi, dengan rincian sebagai berikut:

  • PTN Akademik: 151.079 kursi
  • PTN Vokasi: 26.929 kursi
  • PTKIN: 11.009 kursi

Kampus dan Program Studi Terfavorit

Data panitia menunjukkan pergeseran tren kampus favorit. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memimpin di posisi pertama sebagai PTN dengan jumlah peminat terbanyak mencapai 53.311 orang. Posisi berikutnya diikuti oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sementara itu, untuk tingkat program studi (prodi), persaingan paling sengit terjadi pada:

  1. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) – ITB
  2. Pendidikan Dokter – UI
  3. Kedokteran – UGM

Mengapa Peringkat 1 Sekolah Bisa Tidak Lulus?

Fenomena menarik yang diungkap dalam konferensi pers adalah adanya siswa peringkat pertama (eligible 1) di sekolah yang justru tidak lulus SNBP, sementara siswa dengan peringkat di bawahnya berhasil lolos. Panitia SNPMB menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan sistem penilaian PTN yang komprehensif.

“Kriteria eligible di sekolah mayoritas hanya berdasarkan akumulasi nilai rapor. Namun, dalam seleksi di PTN, nilai rapor secara umum hanya berbobot 50 persen. Sisanya ditentukan oleh nilai mata pelajaran pendukung prodi serta kualitas sertifikat prestasi yang relevan dengan jurusan yang dipilih,” jelas perwakilan panitia.

Artinya, strategi pemilihan prodi dan keselarasan prestasi tambahan menjadi kunci utama kelulusan, bukan sekadar nilai rata-rata rapor yang tinggi.

Sumber : Konferensi Pers Pengumuman SNBP 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !