Bijak Produktif (Seri 1): Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Agilitas Sekolah Dalam Memberikan Layanan Pendidikan

Share

Facebook
WhatsApp
Telegram

Thariq.sch.id- Musim Banjir datang. Beberapa akses jalan tertutup menyebabkan proses belajar tidak bisa dilaksanakan secara optimal. Bahkan mungkin sebagian siswa dan guru terdampak. Rumah tempat tinggal mereka dikunjungi air sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) merupakan salah satu alternatif agar sekolah masih tetap bisa memberikan layanan pendidikan ditengah segala keterbatasan dan gangguan akibat dampak banjir.

Sekolah yang bisa menghadirkan layanan PJJ berkualitas dan optimal dapat memberikan dampak yang positif pada guru, siswa dan orang tua di rumah. Memberikan layanan pendidikan yang optimal dan berkualitas tidaklah mudah. Ada beberapa poin penting yang harus disiapkan :

1. Infrastruktur. Sekolah mengecek ketersediaan sarana dan prasarana alat belajar siswa dan guru. Alat belajar guru dan siswa minimal berbentuk tablet. Tablet mempunyai beberapa kelebihan, salah satunya yaitu pengguna dapat memberikan anotasi (menulis) yang sering digunakan guru dan siswa dalam belajar. Perpaduan antara tablet dan notebook dapat menjadi dukungan yang optimal untuk guru. 

Notebook dapat mempermudah guru mengatur manajemen kelas terutama ketika menggunakan moda konferensi video seperti zoom, gmeet atau webex dalam pembelajaran. Ruang kerja pada notebook tentu lebih luas. Guru dapat dengan mudah mengatur kondisi kelas seperti mematikan dan menghidupkan suara, membuat poling, membagi ruang kelas besar menjadi ruang kecil untuk diskusi kelompok dan sebagainya.

Perangkat lunak yang digunakan harus disiapkan dan diseragamkan sebelumnya. Dengan seragamnya perangkat lunak tentunya dapat mempermudah guru dalam melakukan kebijakan pembelajaran dan teknis dilapangan. Perangkat lunak yang disiapkan seperti LMS (Learning Managment System), Aplikasi konferensi video dan aplikasi lainnya yang mendukung proses belajar. 

2. Kesiapan SDM. Sekolah menyiapkan tim kurikulum yang bertugas membuat rangkaian kebijakan terkait SOP pembelajaran selama PJJ. Kebijakan ini nantinya akan dilaksanakan oleh Guru ketika mengajar di kelas. Pembelajaran di kelas oleh guru menjadi ujung tombak layanan pembelajaran. Di sini Guru akan dilihat kepiawaiannya dalam mengajar tidak hanya oleh siswa tapi juga orang tua di rumah. Orang tua dapat langsung menilai kualitas Guru tersebut selama proses pembelajaran.

Guru dituntut untuk terampil menggunakan alat belajar dan menyesuaikan dengan konten yang disampaikan. Bagaimana menyampaikan pembelajaran semenarik mungkin adalah hal yang patut dipersiapkan dan dilatih oleh guru. Tidak lupa menyampaikan nilai – nilai sekolah menjadi hal yang penting untuk selalu dilakukan. Seperti mengawali dan menutup belajar dengan doa dan kegiatan lainnya.

3. Kurikulum Sekolah. Kurikulum ketika kondisi PJJ sebaiknya tidak disamakan dengan tatap muka normal. Hal yang perlu disesuaikan terutama durasi belajar. Pertimbangkan faktor kelelahan guru dan siswa ketika melihat gawai terutama mata. Mempertimbangkan ketahanan baterai alat belajar selama PJJ berlangsung juga patut dipertimbangkan. Mempersingkat durasi adalah pilihan yang bijak dalam melakukan PJJ. Pembelajaran tidak harus selalu dilaksanakan penuh konferensi video (sinkron) tapi dari penugasan yang dapat dikontrol melalui aplikasi chat yang bisa terintegrasi dengan aplikasi tertentu (asinkron).

Merekam proses belajar adalah hal yang dapat dilakukan oleh guru. Merekam memiliki kelebihan siswa dapat memutar ulang kembali rekaman guru mengajar untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Terutama bagi siswa yang terkendala banjir dan tidak bisa menghadiri kelas.

4. Memastikan kondisi warga sekolah. Sekolah harus memastikan warga sekolah dalam kondisi sehat selama PJJ berlangsung. Sekolah harus bisa memberikan kemudahan dan dukungan apabila guru dan siswa mengalami kendala selama proses belajar berlangsung. Menanyakan kondisi, menghibur dan membantu apabila ada siswa yang berdampak adalah hal yang penting dilakukan. Menyakinkan mereka agar sekolah hadir mendampingi dan berempati adalah bentuk dukungan psikologi yang baik ketika ada guru atau siswa yang berdampak.

Demikian beberapa hal yang harus disiapkan sekolah. Kesiapan di atas haruslah dipersiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan PJJ dimulai oleh Sekolah. Mempersiapkan Guru dan mensimulasikan sebelum PJJ dimulai adalah hal yang harus menjadi agenda utama di sekolah. Karena sejatinya belajar adalah hal yang bisa dilakukan dimana saja dan tugas sekolah adalah mendukung dan menfasilitasi kegiatan tersebut dan memastikan warga sekolah siap menjalani hal tersebut tidak hanya nyaman tapi juga aman.

Salam Bijak dan Produktif

Oleh : Nono Ariyandi (Manajer Pengembangan Digital Classroom dan Litbang) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1000 siswa baru telah terdaftar !